Google+ Facebook Twitter MySpace SC

Monday, October 13, 2014

Posted by iqbal yaa iqbal bukan orang lain On 6:41 AM

1. Gaya

F = m . a
satuan Newton(N)
Dimensi = MLT^-2

2. Tekanan

P = F/A
satuan Pa atw N/m^2
Dimensi = M L^-1 T^-2

3. Usaha

W = F . s
satuan Joule atw Nm
Dimensi = M L^2 T^-2

4. Ek

Ek = 1/2 . m . v^2
satuan Joule
Dimensi = M L^2 T^-2

5. Ep

Ep = m . g . h
satuan Joule
Dimensi = sama dg Ek

6. Daya

p = W/t
satuan Watt atw Joule/det
Dimensi = M L^2 T^-3

7. Impuls

I = F . Δt
satuan Ns
Dimensi M L T^-1

8. Momentum

P = m . v
satuan Ns atw Kg m/s^2
Dimensi = M L T^-1


                                                     DOWNLOAD HERE

Friday, March 28, 2014

Posted by iqbal yaa iqbal bukan orang lain On 11:37 PM
Cara Root Andromax C Versi Jelly BeanCara Root dan Instal CWM di Andromax C atau Hisense HS EG-902
  
1. Andromax-C JellyBean
2. Framaroot > Link
Mirror Link GD : Mirror

Settings > Security > Unknown sources "ceklis"

> Instal Framaroot
> Open Framaroot
> Pilih SuperUser / SuperSU (keduanya bisa dipilih sesuai selera)
> Pilih Gandalf
> tunggu sma ada notif sukses, Restart Max-C
> Selesai Max-C berhasil di Rooting

http://adf.ly/17E3FA  Cara Root dan Instal CWM di Andromax C atau Hisense HS EG-902
 1. Andromax-C JB Root
2. Android Terminal Emulator (Download di Play Store)
3. recovery.img
Mirror Link GD : Disini
Mirror Link MF : Disini

> Instal Android Terminal Emulator
> Open Terminal
> Ketik "su" tanpa tanda petik, kemudian enter
> Jika ada notifikasi SuperUser / SuperSU pilih Ijinkan
> ketik "dd if=/sdcard/recovery.img of=/dev/block/mmcblk0p13 bs=1024" tanpa tanda petik, kemudian enter
> ketik "reboot recovery" tanpa tanda petik, kemudian enter
> Max-C akan merestart dan masuk CWM Recovery
> Selesai

Cara Root dan Instal CWM di Andromax C atau Hisense HS EG-902 - See more at: http://www.droidsnipe.com/2013/11/cara-root-dan-instal-cwm-di-andromax-c.html#sthash.SDhmcYLW.dpuf

Thursday, March 27, 2014

Posted by iqbal yaa iqbal bukan orang lain On 9:23 PM
Karena gue masih SMK kelas 3, Jadi gue ngambil dari pengalaman orang.. :)

Sebagai mahasiswa, selalu saja ingin mendapatkan IPK yang baik. Nah, dalam dunia psikologi IPK yang tinggi bukan segalanya namun ada saja proses-proses yang harus kita jalani dimana itu semua lebih penting dari pada hasil yang kita capai. Namun di era sekarang banyak perusahaan atau apapun itu yang hanya melihat hasil dari kuliah kita yaitu IPK yang tinggi.

Adapun cara mendapatkan IPK yang tinggi ialah sebagai berikut:
1. Berdo;a dan bertawakkal kepada Allah yang maha kuasa, karena itu adalah jalan utama untuk meraih apa yang kita inginkan.
2. Belajar tidak harus terus-menerus, belajarlah disaat anda sangat menggebu-gebu untuk menguasai materi kuliah yang anda inginkan nilanya baik.
3. Bangun relasi kepada teman-teman, karena belajar yang paling efektif adalah dengan berkelompok karena kita tidak akan malu bertanya jika ada sesuatu yang ingin kita tanyakan. Beda halnya jika di kampus, ada-ada saja perasaan malu untuk mengungkapakan apa yang belum kita pahami.
4. Buatlah sesuatu yang berguna bagi kampus, misalkan mengikuti event basket atas nama universitas dan sebagainya.
5. Gunakan kesempatan yang ada untuk mendapatkan yang kita mau. Misalakan ketika dosen menanyakan suatu materi kuliah, maka jawablah dengan baik karena itu akan menjadi bahan pertimbangan dosen untuk IPK yang tinggi.
6. Luangkan waktu anda untuk berolahraga agar kesehatan kita tetap terjaga dalam mencapai IPK yang tinggi.

Hal ini sudah saya praktekkan dan Alhamdulillah IPK saya untuk semester ini ialah 3,71.

Posted by iqbal yaa iqbal bukan orang lain On 9:19 PM
Sebelum terlalu jauh membahas tentang PHP, saya jelaskan terlebih dahulu apa itu website statis serta perbedaan mendasar antara website statis dan website dinamis. Website statis adalah website yang bersifat statik atau stabil. Artinya, satu halaman website statis dikendalikan oleh satu buah file unik. Berarti kalau suatu website statis memiliki 10 halaman maka minimal terdapat 10 file unik yang mengendalikan setiap halaman website statis tersebut. Berbeda dengan website dinamis yang cukup dengan beberapa file website saja dapat menampilkan beberapa halaman website yang datanya disimpan pada sebuah database seperti MySql.
Website statis bisa dibuat dengan berbagai ekstensi, diantaranya adalah dengan HTML dan PHP. HTML singkatan dari Hypertext Markup Language, sedangkan PHP adalah singkatan dari Personal Home Page. Keduanya memiliki kesamaan, yaitu sama-sama menggunakan kode HTML. Perbedaannya, untuk PHP ada kode tambahan yang dapat mempermudah penyusunan website statis. Seperti sudah disebutkan sebelumnya bahwa banyak file yang digunakan untuk website statis kurang dari atau sama dengan banyak halaman website statis. Akan cukup merepotkan juga mengelola website statis yang memiliki 100 halaman atau lebih.
Sebuah halaman website secara umum terdiri dari bagian header, konten, sidebar, dan footer. Berarti, untuk membuat website statis yang memiliki 100 halaman, perlu membuat 100 file yang masing-masing berisi bagian-bagian tersebut. OK, kita bisa copy-paste bagian-bagian yang sama pada setiap halaman. Bagian header, sidebar, dan footer bisa jadi memiliki kode yang sama pada setiap halaman. Kerepotan akan kembali terasa ketika ada kode yang perlu diubah pada bagian tersebut untuk setiap halaman.
Kerepotan tersebut saya rasakan ketika saya membuat website statis menggunakan HTML. Tapi kerepotan tersebut tidak lagi saya alami ketika akhirnya saya putuskan untuk menggunakan PHP sebagai ekstensi website statis yang saya buat. Kode-kode berulang pada setiap halaman bisa diringkas dengan hanya sebaris kode PHP. Setiap ingin mengubah tampilan header misalnya, cukup dengan mengganti kode header pada satu file saja dan bagian header seluruh halaman website secara otomatis ikut berubah.
Untuk membuat website statis dengan menggunakan PHP secara mendasar, mudah saja. Sebagai contoh, kita gunakan kembali kode untuk membuat halaman website HTML yang penjelasannya dapat dibaca di halaman berikut.
membangunwebsite.com/membuat-halaman-website-html-lengkap.php
Tampilan halaman website berikut ini

Judul Website

Judul Konten

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.

Sidebar

  • Sidebar Baris Pertama
  • Sidebar Baris Kedua
© membangunwebsite.com - bagian footer
Dikendalikan oleh kode berikut ini (kode di antara tag body). 
<div class="header">
<h1>Judul Website</h1>
</div>
<div class="content">
<h2>Judul Konten</h2>
<p>Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.</p>
</div>
<div class="sidebar">
<h3>Judul Sidebar</h3>
<ul>
<li>Sidebar Baris Pertama</li>
<li>Sidebar Baris Kedua</li>
</ul>
</div>
<div class="footer">
Bagian Footer
</div>
 
Serta kode CSS berikut 
body {
width: 800px;
margin: auto;
}

.header {
text-align: center;
}

.content {
width: 596px;
float: left;
}

.sidebar {
width: 200px;
float: right;
}

.footer {
clear: both;
}

Kode-kode di atas kita bagi menjadi 4 bagian sebagai berikut.
<div class="header">
<h1>Judul Website</h1>
</div>

<div class="content">
<h2>Judul Konten</h2>
<p>Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.</p>
</div>


<div class="sidebar">
<h3>Judul Sidebar</h3>
<ul>
<li>Sidebar Baris Pertama</li>
<li>Sidebar Baris Kedua</li>
</ul>
</div>


<div class="footer">
Bagian Footer
</div>

Letakan keempat bagian tersebut secara terpisah pada 4 file yang berbeda (header.php, content.php, sidebar.php, dan footer.php) sesuai urutan dari atas ke bawah. Letakan content.php pada folder utama website (secara online biasa disebut public_html atau secara offline disebut htdocs), sedangkan file header.php, sidebar.php, dan footer.php diletakan di folder includes (atau apa pun). Folder includes ini diletakan setingkat dengan file content.php. Skema penyimpanan filenya adalah sebagai berikut.
public_html
/content.php
/includes
/includes/header.php
/includes/sidebar.php
/includes/footer.php
Setelah setiap kode diletakan di masing-masing file, edit file content.php dan tambahkan kode berikut
<?php include('includes/header.php'); ?> di bagian awal
kemudian letakan kode berikut
<?php include('includes/sidebar.php'); ?>
<?php include('includes/footer.php'); ?>

di bagian akhir, sehingga isi dari file content.php adalah sebagai berikut.

<?php include('includes/header.php'); ?>
<div class="content">
<h2>Judul Konten</h2>
<p>Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.</p>
</div>
<?php include('includes/sidebar.php'); ?>
<?php include('includes/footer.php'); ?> 

kode include yang pertama merupakan kode php, sedangkan "includes" yang terdapat pada "includes/header.php", "includes/sidebar.php", serta "includes/footer.php" merupakan nama folder tempat penyimpanan header.php, sidebar.php, dan footer.php. Nama folder tersebut bisa saja disesuaikan.
Untuk membuat konten yang berbeda dengan format yang sama, buat file baru misalnya tulisan.php dan cukup ganti kode yang terletak di antara tag div sebagai konten. Tidak perlu lagi mengulangi kode yang sudah diletakan di file header.php, sidebar.php, dan footer.php. Dengan demikian, jika ada bagian tertentu yang ingin diubah, misalnya bagian header untuk setiap halaman website, tidak perlu lagi mengedit setiap file. Cukup edit kode yang terdapat pada file header.php.
Sekian penjelasan tentang dasar membuat halaman website statis menggunakan PHP.
Selamat mencoba!